Dakwah dan Tarbiyah / Sirah

Sabar yang cantik lagi molek.

Bismillahirahmanirahim..

Sabar.Perkataan yang paling kerap kita ungkapkan pada orang lain apabila musibah berlaku.Mungkin pernah saja ungkapan sabar itu hanya sekadar mahu menutup derita yang orang itu lalui.Malas mendengar mungkin.Allah.

Ingatkah kita akan kisah Rasulullah yang dihalau oleh penduduk Taif dari berdakwah di sana.Dakwah Rasulullah ditolak.Dan penolakan itu bukanlah dilakukan dengan cara yang baik.Golongan pembesar menghalau baginda serta menghasut golongan bawahan memaki hamun dan melontar batu ke arah Rasulullah.Sehingga mengalir darah dari badan Rasulullah.Andai kita berada di tempat Rasulullah apakah kita sesabar itu.Apakah kita tetap teguh memegang risalah kebenaran?Apa kita masih cinta?

Dengan kasih sayang Allah terhadap pesuruhNya,didatangkan malaikat Jibril bersama malaikat penguasa gunung yang telah bersiap sedia dan menunggu sahaja arahan daripada Rasulullah untuk menghempap kaum tersebut.Akan tetapi baginda tidak mengarahkan dihukum kaum tersebut bahkan mendoakan agar lahir generasi soleh dari kaum yang menolak itu.Itulah sabar yang disulam cinta.Sabar yang jameel.Bukan sabar yang telah dicemar dengan rasa marah dan dendam.Apa kita mampu bayangkan betapa molek dan indahnya akhlak Rasulullah?

Tahukah pula akan kisah Nabi Ayub yang cubaannya bukan sekali dua.Bukan calang-calang ujianNya.Nabi Ayub ditimpa penyakit yang menyebabkan orang menjauhinya bahkan isterinya juga meninggalkannya.Bukan setakat itu,anak-anaknya juga meninggal dunia dan harta-hartanya musnah.Semuanya hilang dari genggaman.Yang tinggal hanya lidah yang tak henti berzikir dan hati yang tak pernah lupa bersyukur.Telah datang ujian yang sangat besar tak terbayang dek kita tetapi Nabi Ayub tak sedikitpun bersangka buruk pada Allah.Yang baginda tahu hanya sabar dan syukur.Allah.Masih sangat jauh tahap kesabaran kita dengan kesabaran Nabi Ayub.Sedangkan cubaan kita hanyalah yang biasa-biasa saja.

Dan Allah juga menceritakan kisah Nabi Nuh di dalam Al-quran di mana baginda mendakwahi kaumnya hampir seribu tahun tetapi yang menerima hanya lah beberapa keluarga.Bahkan anak Nabi Nuh sendiri tidak menerima apa yang disampaikan baginda.Jika tiada kesabaran yang tinggi tidaklah mampu Nabi Nuh mendakwahi kaumnya tanpa jemu.Tetapi kita,hanya ada secubit ujian,sudah terus mahu mengalah.Mengalah pada keadaan sedangkan muslim itu tidak harus mengalah pada apa pun.

Kata kuncinya cinta dan sabar.Cinta kepada apa dan sabar untuk apa?Itu perlu ditanya pada diri.
Belajarlah mencintai kesabaran itu sendiri.Sirah yang diceritakan dari dahulu sampai sekarang bukanlah sekadar cerita untuk mengenang.Bukan sekadar satu silibus yang perlu dipelajari tetapi kisah yang perlu diekstrak pengajarannya.Cerita manu

sia-manusia yang pernah berada pada jalan yang sama.Jalan menuju Tuhan.Maka rugilah kita jika sedikit pun teladan tidak mampu kita ambil.

Kesabaran yang sempurna bukanlah diperoleh sehari dua.Ianya suatu proses yang menuntut pengorbanan dan kesediaan kita untuk ditarbiyah oleh Allah.Allah Maha tahu bentuk tarbiyah dan ujian yang bagaimana yang mampu  menggilap kesabaran kita.Supaya nanti bila berjumpa Tuhan,kita berada dalam keadaan yang molek di matanya.Supaya nanti kita mampu persembah

kan sabar yang cantik kepadaNya.Dan untuk mendapat hadiah yang cantik itu kita dituntut untuk sabar,sabar dan sabar. 😉

Dan ingatlah,sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang sabar.Peganglah firman Allah yang satu ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s